Jenis: Kumpulan Puisi
Penulis: Daviatul Umam
Pengantar: Raedu Basha
Penerbit: Halaman Indonesia, Yogyakarta.
Cetakan: Pertama, November 2019
Tebal: 69 halaman
ISBN: 978-602-0848-30-7

Davit bicara tentang sisi-sisi pencitraan yang memungkinkan dapat kita nikmati imajinasi-imajinasinya. Sisi yang paling mencolok, puisi-puisi Davit menunjukkan sketsa-sketsa tentang spiritualitas masyarakat agraris dan maritim, hampir di semua sajak-sajaknya.
Citra-citra spiritualitas petani, juga nelayan, terhidangkan. Kita akan tahu bagaimana masyarakat Madura memandang kehidupan dari puisi-puisi Davit. Minimalnya dari sudut pandang seorang penyair muda ini.
Kita juga akan berjumpa sajak-sajak yang ingin dimanja sebagai puisi-puisi cinta. Semua penyair dapat melakukan hal serupa di belahan dunia. Kesan yang saya tangkap adalah pantulan lirik-lirik musik dangdut. Khas sekali sebagai selera musik dunia agraris dan alam kaum maritim.

(Raedu Basha, penyair, prosais, penulis buku Matapangara & Hadrah Kiai)
*
Puisi-puisi yang terhimpun dalam Kampung Kekasih menyandarkan diri pada peristiwa-peristiwa kecil yang riang menampilkan gambaran kampung halaman. Lewat pengungkapan diksi-diksinya yang khas, ia tidak hanya bergulat menampilkan apa yang telah terhampar di tengah riuh fitur-fitur alam pedesaan, tetapi sekaligus menuturkan tinjauan tentang rantauan, suara dari jauh, dengan melakukan perbandingan romantik antar keduanya. Menyelami Kampung Kekasih adalah menyelami dambaan perasaan penyair akan kemesraan, kedamaian, ketulusan pengabdian dan kerelaan yang lantang. Pendekatan puisi-puisi Daviatul Umam berpegang pada bentuk bait yang runut, menjadikan pengalaman di dalamnya memiliki pertautan dengan tafsir pembaca.

(Iin Farliani, penyair & cerpenis, penulis buku Taman itu Menghadap ke Laut)