Beberapa Sajak Kecil

Buku yang Kutinggalkan

Aku susun buku ini
dalam suatu rak kecil
yang akan kutinggalkan
sebentar lagi

Sebelum pagi
aku ingin meneteskan air mata
kepada beberapa sajak kecil
yang memuat seluruh doa dan luka

Sudah waktunya
aku mengucapkan salam
kepada nama yang kutulis dalam temaram
lewat buku yang kukenang

.

Puisi yang Mati Hari Ini

Saat kau tak ada
puisiku mati
lalu sepi menghampiri
pena dan buku ini

Untuk menulis derai cemara
atau rinai hujan pun tak bisa

Tapi aku tahu
jika suatu hari
puisiku hidup kembali
maka ia akan melipat jarak
dan menyatukan kita
pada suatu bait
yang tak terkira

.

Senja yang Kesumba

Di bawah senja yang kesumba
tak ada yang lebih ikhlas
dari suara burung
dan nyanyian balada

Angin seakan membisu
seperti kursi di saung ini

Sedang waktu yang berlalu
telah bergegas
pada sesuatu yang tak dimengerti
namun abadi

.


Tentang Nocturno

Seperti ada yang bernyanyi
(gerimis di jalan kecil
dan suara gaib
yang tak diketahui asalnya )
mungkin rindu

Dengan apa aku melipat semua itu?
Kisah yang jauh dan berliku
seperti jalan tanpa lampu
tanpa tanda untuk sampai padamu

Bagikan:

Penulis →

Ananda Bagus Wirahadi Kusuma

lahir di Bojonegoro-Jawa Timur pada tanggal 19 Januari 1998. Alumni di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, jurusan Studi Agama-Agama. Pernah berproses di Teater Eska Yogyakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *