Cerpen →

IA bukan sekadar putri, tapi sebuah melankolia yang tersimpan dalam

ENGKAU hanya sedang mencari cara, mencari bentuk tentang bagaimana menjalani

HARI INI izinkan aku menulis sebuah dongeng yang baru. Tentang

SUDAH sejam lepas Ashar. Sinar matahari tak lagi menyengat di

PROLOG Ketika aku masih mengalami gejala kebuntuan menulis untuk bagian

BANGSAT! Kata itu melesat dari mulut Bimo, menembus terik siang

AKU hanya mengingat potongan-potongan kecil kenangan yang terus kuulang dalam

1 Wajahnya bermuka duka, sayu, serta penuh dengan tatapan kosong.

1 Apa yang bisa dibanggakan dari diriku. Aku hanyalah seorang

SEBELUM KAU MELANGKAH LEBIH JAUH dan menyelami cerpen ini, aku