Cerpen →

PROLOG Ketika aku masih mengalami gejala kebuntuan menulis untuk bagian

BANGSAT! Kata itu melesat dari mulut Bimo, menembus terik siang

AKU hanya mengingat potongan-potongan kecil kenangan yang terus kuulang dalam

1 Wajahnya bermuka duka, sayu, serta penuh dengan tatapan kosong.

1 Apa yang bisa dibanggakan dari diriku. Aku hanyalah seorang

SEBELUM KAU MELANGKAH LEBIH JAUH dan menyelami cerpen ini, aku

BAPAK pulang dalam keadaan babak-belur. Pipinya yang kiri membiru dan

IA selalu di situ. Duduk memandang ke luar jendela. Kursi

JARNO terhuyung di ruang dosen, dengan tatapan kosong mengarah ke

SETELAH duri ikan hinggap di tenggorokannya beberapa hari, lehernya semakin