PROLOG Ketika aku masih mengalami gejala kebuntuan menulis untuk bagian
AKU hanya mengingat potongan-potongan kecil kenangan yang terus kuulang dalam
1 Wajahnya bermuka duka, sayu, serta penuh dengan tatapan kosong.
SEBELUM KAU MELANGKAH LEBIH JAUH dan menyelami cerpen ini, aku
BAPAK pulang dalam keadaan babak-belur. Pipinya yang kiri membiru dan
JARNO terhuyung di ruang dosen, dengan tatapan kosong mengarah ke
SETELAH duri ikan hinggap di tenggorokannya beberapa hari, lehernya semakin