Sejak perayaan pertama Hari Puisi Indonesia, 2013, sampai perayaan ketujuh, 2019, Yayasan Hari Puisi (YHP) dengan segala keterbatasannya, terus berbuat, bertindak, dan bergerak memperjuangkan eksistensi puisi dan peranannya dalam kehidupan bangsa Indonesia. Salah satu mata acara yang selalu ditunggu para penyair Indonesia di pelosok Tanah Air adalah Sayembara Buku Puisi Anugerah Hari Puisi Indonesia. Dengan hadiah total 100 juta rupiah, yaitu 50 juta rupiah untuk buku puisi peraih Anugerah Hari Puisi Indonesia dan lima buku puisi pilihan dengan masing-masing mendapat 10 juta rupiah, para penyair di seluruh Indonesia mengirimkan buku-buku puisi terbaiknya.

Dalam perjalanan penyelenggaraan Hari Puisi Indonesia sejak 2013 sampai 2019, para penyair di kawasan Asean, diundang membaca puisi dan ikut memeriahkan Hari Puisi Indonesia. Demikian juga, sejumlah atase, diplomat, dan duta-duta besar negara sahabat dari belahan dunia: Asia, Afrika, Eropa, dan Amerika Latin, ikut hadir dan membacakan puisi para penyair dari negaranya masing-masing. Mengingat Hari Puisi Indonesia milik bangsa Indonesia, dalam setiap perayaannya, para menteri, gubernur dan kepala daerah lainnya, pejabat negara, anggota DPR, dan tokoh-tokoh masyarakat, ikut pula ambil bagian membaca puisi dan memberi apresiasi yang tinggi pada Hari Puisi Indonesia. Dapat dipahami, jika pada perayaan Hari Puisi Indonesia tahun 2016, Wakil Presiden RI, M. Yusuf Kalla, ikut mencanangkan Hari Puisi Indonesia dengan membaca puisi karyanya sendiri berjudul “Ambonku, Ambon Kita Semua,” sebuah puisi hasil refleksi dan perenungannya tentang kecintaannya pada Ambon, pada Indonesia!

Perayaan Hari Puisi Indonesia hakikatnya hendak memuliakan puisi dan memberi apresiasi—penghormatan dan penghargaan—pada para penyair Indonesia. Maka, puncak perayaan Hari Puisi Indonesia adalah Hari Raya Para Penyair. Sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan itu, YHP menandai perayaan Hari Puisi Indonesia dengan penerbitan buku, antara lain, antologi puisi Matahari Cinta Samudra Kata, sebuah buku antologi puisi paling tebal se-Indonesia (bahkan mungkin juga sedunia) dengan jumlah halaman 2016; Apa dan Siapa Penyair Indonesia yang menghimpun biodata penyair Indonesia sejak Hamzah Fansuri (abad ke-17) sampai tahun 2018; Hari Raya Puisi, antologi puisi para pemenang HPI 2013—2017; majalah Hari Puisi Indonesia dan peluncuran prangko Indonesia serial penyair yang dimulai dari penyair Raja Ali Haji dan Chairil Anwar.

Begitulah, Hari Puisi Indonesia telah menjadi perayaan segenap komponen bangsa untuk terus-menerus meneguhkan semangat keindonesiaan dan sekaligus merayakan keberagaman dan keberbedaan sebagai kekayaan bangsa Indonesia yang tidak dimiliki banyak bangsa lain di dunia.

***

Berkenaan dengan Sayembara Buku Puisi Anugerah Hari Puisi Indonesia, dalam setiap tahun, panitia menerima sekitar 300—400 judul buku puisi. Dari sana, bermunculan nama-nama baru, tema-tema yang lebih beragam, dan gaya pengucapan yang menunjukkan heterogenitas latar budaya para penyair Indonesia. Sambutan dan antusiasme para penyair kita atas penyelenggaraan perayaan Hari Puisi Indonesia, sungguh luar biasa. Hal tersebut tampak dari bermunculannya penyelenggaraan Hari Puisi Indonesia di pelosok Tanah Air. Puisi sebagai ekspresi seni makin memperoleh berbagai macam apresiasi dan peranan penyair dalam kehidupan kemasyarakatan mulai mendapat tempat yang baik.

Kini, perayaan ke-8 Hari Puisi Indonesia, 2020, berhadapan dengan situasi anomali, absurd, tak terduga. Pandemi Corona telah meruntuhkan bangunan berbagai program. Meski begitu, cogan “Puisi tak pernah mati!” bukanlah basa-basi. Ia spirit, renjana, dan elan yang menjadikan penyair Indonesia dikenal sebagai makhluk responsif, adaptif, dan kreatif. Pandemi Corona disikapi dan direspons secara positif tanpa perlu berkeluh-kesah menyalahkan pihak mana pun. Mereka begitu luwes menyesuaikan diri dalam situasi apa pun. Maka, para penyair kita tiada henti melahirkan berbagai kreativitas cerdas dan inspiratif.

Puncak perayaan Hari Puisi Indonesia rencananya diselenggarakan di Kota Tua, Jakarta, 16—18 Oktober 2020. Salah satu mata acaranya, Pengumuman Pemenang Sayembara Buku Puisi Anugerah Hari Puisi Indonesia 2020. Tentu juga dengan naik panggungnya para penyair maestro, seperti Sutardji Calzoum Bahri, Abdul Hadi WM, Sapardi Djoko Damono, dan para jawara baca puisi untuk menunjukkan kekuatan sihirnya saat baca puisi. Tetapi, pada tanggal itu, tiada sesiapa pun yang tahu, apa yang bakal terjadi. Manusia berencana, Tuhan jualah yang menentukan! Oleh karena itu, untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, sudah disiapkan pula Plan A, Plan B, Plan C, dan seterusnya yang memungkinkan program itu tetap berjalan dengan acara yang tetap meriah, bermarwah, bergengsi, dan reputasional.

Tema perayaan Hari Puisi Indonesia 2020 ini, “Puisi yang memberi: Keberagaman dan Keindonesiaan.” Tarikh dimulainya sayembara buku puisi Anugerah Hari Puisi Indonesia 2020, bertepatan dengan Hari Puisi Indonesia, 26 Juli. Mengingat tanggal 26 Juli merupakan hari lahir penyair legendaris, Chairil Anwar, maka untuk memeriahkannya, Yayasan Hari Puisi mengundang para penyair atau siapa pun yang tertarik pada puisi untuk memperingatinya dengan berdoa bersama, baca puisi bersama para penyair Indonesia dari Sabang sampai Merauke, peluncuran dan diskusi buku puisi Berbisik pada Dunia, pesan puisi Presiden Penyair Indonesia, Sutardji Calzoum Bachri dan doa puisi Abdul Hadi WM.

Informasi lain tentang sayembara buku puisi Anugerah Hari Puisi Indonesia 2020 akan disampaikan dalam waktu dekat.
Mari meriahkan Hari Puisi Indonesia 2020 sebagai Hari Raya Penyair. Mari gaungkan spirit: puisi tak pernah mati! Mari berjabat tangan mengukuhtegakkan keberagaman dan keindonesiaan kita!

Salam dengan segenap takzim.

Maman S Mahayana
Ketua Yayasan Hari Puisi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here