HABIS GELAP, GELAPLAH LAGI
sebuah popok dan
tangis bayi
nyaring
seorang kartini masa kini
dalam pernikahan.
waktu silam, mimpinya
terhantam uang gedung sekolah
dan lelaki yang mendengkur di dipan
tak ubahnya kukang lamban
sementara keranjang-keranjang belanja menjulang
dalam angan.
sekali waktu ia berpikir ngeri:
“mungkin harus kujual diri”
2025
.
.
PAW COLLIE
dunia sekecil paw
merah muda Collie yang lahir
di pinggir
kali. dan aku
memungutnya, persis
ketika kuulurkan jenjang
jemariku padamu. kau
menjulurkan lidah seperti
anjing, yang
berbahagia—
berlari-lari di bawah matahari. mengejar
bola jatuh. dan menggonggong
untukku.
kali telah kering. Collie
berpinak dua biji, tapi
kau masih anjing yang beranjak
dengan sebuah perintah.
kaulalai pada
tubuhku,
hanya ada gunung
patah dan lembah
kering. menengadah
menatap langit,
menunggu apa
yang cukup
musykil:
seorang lelaki yang menghabiskan seluruh hidupnya untuk berpetualang
pada hijaunya masa mudaku, yang telah habis jiwanya, dan menjadi dunia kecilku
sekecil paw Collie
tapi lebih hangat dari hari
ketika kuulurkan jenjang
jemariku padamu.
2025
.
.
FOTO KELUARGA OULIE&MOLIE
oulie&molie
dua puan abadimu
yang merah jambu pipi
nya selalu kau
kecup lekat
di depan pintu rumah sebelum kaumasuk mobil dan melambaikan tangan untuk
ketidakbersamaan sehari penuh karena pekerjaan
o aku penasaran
seperti apa wajah oulie kecil
dan molie yang meramunya di perut
andai mereka tahu
cinta datang kepadaku sebagai sesuatu yang paling ganjil
saat kaulempar senyum di tepi pintu
lalu mata kita berpagut
aku tahu cinta memiliki apinya
kita pun terbakar menjadi
hawiah di antara
kemeja kerja dan meja kantor
dinding cuma menampang jam leleh
di depannya aku meneliti ujung
lidahmu runtuh di belah dadaku ketika
aku bertanya, ‘bukankah kau serupa ayah?’
‘tidak,
tetapi beginilah cara
membuat foto
keluarga,’ jawabmu
dan lidah itu jatuh
ke bawah
aku pernah sangat memimpikan sebuah foto
keluarga jangkap; berdiri ayah dan ibu
seperti milikmu di ruang tamu
yang berisi oulie&molie
tapi kata ibu, ayah adalah anjing yang
tak bisa diajak foto
dan ibu hanyalah perek yang tak
perlu difoto
hidup menjadi serentetan kecewa:
mengapa?
lalu kaudatang sebagai mimpi indah
kita akan membuat oulie-oulie yang lain
sementara aku bisa menjadi molie meski
dengan pipi hitamku
katamu kaubisa memberiku seribu foto
keluarga, dengan itu
—dengan lidahmu yang jatuh ke bawah
jauh menuju keperempuananku
o aku penasaran seperti
apa wajah oulie kecil
dan molie yang meramunya di perut
andai mereka tahu foto
keluarga itu bolong
setelah kucuri lelaki
di sana.
barangkali sesendu the
weeping woman; memantul
seram di wajah keduanya
setelah itu mereka memahami
setiap orang amat patah, meski
begitu jangkap foto
di dindingnya
2025
.
.
PERCAKAPAN PUKUL 2 PAGI
kita akan membicarakan perihal menarik seperti orang-orang yang tak bertahan
sampai usia 27 mereka. kita akan saling mengisi kegelapan dengan lukisan bulan
bintang. dan apapun kata orang bahwa kita sungguh menyedihkan amatlah tidak
berguna. kita memang hidup di bagian yang paling ringkih dan tak akan ada yang
mengerti. memperbaiki apa yang tidak pernah kita rusak dengan tangan sendiri
memang cukup tidak adil. tapi kata Tuhan, “ini hadiah.” sungguh, hanya Tuhan yang
mencintai dengan cara paling ganjil. lalu paman tua di gereja mengajari kita cara
membalas cintaNya yang ganjil: untuk tertawa dalam tragedi, untuk mensyukuri
duka, dan berbagi sedikit saja. tetapi kita selalu kabur dari paman itu. sampai langit
berkabung atas kepergiannya. kita melongo karena masih terjebak dalam kegelapan.
kamu menangis, aku pun menangis. hujan yang panjang berdatangan. nasib kita
membentang kelam.
2025
.
.