: memorabilia

Berapa seorang penulis dihargai dari dua lembar kertas? Rp92 juta!

Kaitan erat kita Indonesia dengan Ernest Hemingway diawali sastrawan Sapardi Djoko Damono menerjemahkan novel Lelaki Tua dan Laut (The Old Man and the Sea) pada 1973. Novel ini juga menjadi topik disertasi Arso Setyaji, hingga dosen Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni Universitas PGRI Semarang meraih gelar doktor tahun lalu. Sementara Idrus dinilai memiliki gaya penulisan yang mirip dengan Hemingway. Menulis sejumlah novel, kumpulan cerita pendek, drama, cerita anak, dan karya terjemahan, pengarang Angkatan 45 itu jadi dosen di Universitas Monash Australia sampai wafat 1979.

Pepatah mengatakan: gajah mati meninggalkan gading dan harimau mati meninggalkan belang. Gading dan kulit belang menjadi peninggalan paling mahal dari gajah dan harimau. Nama baik ialah peninggalan termahal manusia.

Ernest Hemingway sudah lama meninggal dunia, 60 tahun lalu. Meninggalkan tanda tangan dan tulisan tangan berharga selain banyak karya besar yang abadi. Berharga Rp92 juta, dua lembar kertas warisannya ditawarkan melalui sebuah dealer barang antik terbesar dunia di Las Vegas. Selain dua lembar kertas, pelbagai koleksi langka warisan dari sastrawan Amerika yang meraih Hadiah Nobel pada 1954 masih banyak dijual. Koleksi lain dari warisan tokoh-tokoh termasyhur yang tersedia di galeri dealer itu melebihi 230.000 manuskrip dan tanda tangan bersejarah yang diperoleh selama periode 40 tahun.

Lahir di Illinois, 21 Juli 1899 (dan wafat 2 Juli 1961), Ernest Miller Hemingway merupakan seorang novelis, penulis cerita pendek, jurnalis, dan olahragawan. Gaya tulisnya yang ringkas dan bersahaja — dia sebut teori gunung es — memiliki pengaruh yang kuat pada fiksi abad ke-20. Sementara gaya hidup petualang dan citra publiknya membuatnya dikagumi generasi sesudah dia. Hemingway menghasilkan sebagian besar karyanya antara pertengahan 1920-an dan medio 1950-an. Ia menerbitkan tujuh novel, enam koleksi cerita pendek, dan dua karya nonfiksi. Tiga dari novelnya, empat kumpulan cerita pendek, dan tiga karya nonfiksinya diterbitkan secara anumerta. Banyak dari karyanya dianggap klasik di sastra Amerika.

Divisi dealer dari Gallery of History menjual dokumen berupa satu lembar Akta Kepercayaan di mana penulis itu dan istri keduanya menandatanganinya pada tahun 1930, untuk menyerahkan obligasi dan saham preferen ke perwalian. Dokumen yang diketik tersebut diteken: “Ernest Hemingway” dan “Pauline Pfeiffer Hemingway” pada halaman 7, seluruhnya terdiri 10 halaman, berukuran 8¾x11¼ inci. Dibuat di New York, pada 18 Februari 1930. Akta Kepercayaan dengan perusahaan, City Bank Farmers Trust Company.

Bentuk fisik dokumen sedikit berkerut. Berbayang cahaya melampaui tulisan dan ketikan. Kondisi koleksi ini disebut bagus oleh dealer.

Isinya berbunyi: Keluarga Hemingways, yang saat ini tinggal di Paris, Prancis, menyumbangkan properti yang dijelaskan pada Jadwal A untuk “Trust Estate”: “Obligasi 6% dari Kingdom of Belgium External Sinking Fund sebesar $10.000 jatuh tempo 1 Januari 1955; 100 Saham Obligasi Elektrik dan Perusahaan Saham 6.00 Saham Preferen Kumulatif; 300 Saham William H. Warner & Co. Inc. Saham Preferen Nilai Par $100”. Surat berharga itu juga ditandatangani oleh Trust Officer (Petugas Perwalian).

Menjadi penulis yang sedang terpuruk, Ernest Hemingway bertemu dengan Pauline Pfeiffer, editor majalah mode dan gaya hidup bulanan Vogue edisi Paris di sebuah pesta di kota itu pada tahun 1925. Hemingway, yang menikah dengan istri pertamanya, Hadley Richardson, saat itu menceraikan Hadley , ibu dari putra pertamanya, dan menikahi Pauline pada 10 Mei 1927, setahun setelah novelnya, The Sun Also Rises, diterbitkan. Penulis biografi Hemingway, Jeffrey Meyers, di kemudian hari menulis bahwa The Sun Also Rises diakui sebagai karya terbesar Hemingway.

Keluarga Hemingway, yang memiliki dua putra, Patrick dan Gregory, sering bepergian. Selama pernikahan mereka, Hemingway menulis delapan buku, termasuk A Farewell To Arms (1929), dan banyak cerita pendek. Pada tahun 1931, setahun setelah dokumen ini ditandatangani, Gus paman Pauline membeli rumah untuk pasangan itu di Key West, Florida. Pada tahun 1940, Hemingway menceraikan Pauline untuk menikahi ketiga dari empat istrinya, Martha Gellhorn, seorang koresponden perang yang pertama kali dia temui di Key West. Pauline tinggal di rumah Key West setelah perceraian mereka.

Seantik apa dokumen yang ditawarkan? Trust Agreement atau Akta Kepercayaan adalah perjanjian di mana satu orang mentransfer asetnya kepada pihak lain. Sesuai dengan ketentuan perjanjian ini dimungkinkan untuk mentransfer uang, sekuritas, real estat, kekayaan pribadi, hak intelektual, dan hak kepemilikan lainnya. Akta Kepercayaan menjadi dokumen hukum yang menjelaskan aturan yang dimaksudkan oleh wali atau pemberi yang pada awalnya memiliki properti yang akan disimpan dalam perwalian oleh wali untuk kepentingan pemberi atau penerima perwalian. Perwalian didirikan untuk memberikan perlindungan hukum atas aset wali amanat, untuk memastikan aset tersebut didistribusikan sesuai dengan keinginan wali, dan untuk menghemat waktu, mengurangi dokumen dan, dalam beberapa kasus, menghindari atau mengurangi warisan atau pajak tanah.

Suami-istri Hemingway menyerahkan Akta Kepercayaan kepada City Bank Farmers Trust Company. Perusahaan ini kemudian mendirikan City Bank Farmers Trust Building, dibangun tahun 1930 dan selesai 1931, sebagai kantor gabungan National City Bank of New York dan Farmers Loan and Trust Company. Bangunan itu tetap menjadi pusat perusahaan sampai 1956 dan akhirnya dijual pada 1979, berlokasi di Manhattan, New York.

Coba lihat lagi dokumen yang dijual: “Jadwal A untuk Trust Estate”, tertulis dalam isi tersebut. Jadwal A adalah formulir pajak pendapatan yang digunakan wajib pajak Amerika Serikat untuk melaporkan pengeluaran mereka yang dapat dikurangkan dari pajak untuk mengurangi jumlah uang yang harus mereka bayar. Formulir Jadwal A merupakan lampiran opsional pada formulir standar 1040 untuk wajib pajak AS yang melaporkan pajak penghasilan tahunan mereka. Trust Estate berarti semua uang, instrumen, hak, dan properti lain yang tunduk atau dimaksudkan untuk tunduk pada hak gadai dan jaminan Indenture (surat perjanjian rangkap dua) ini untuk kepentingan Pemegang Catatan (termasuk, tanpa batasan, semua properti dan kepentingan yang diberikan kepada Pengawas Indenture), termasuk semua hasil penjualannya.

Menariknya, isi dokumen selanjutnya menyatakan: “Obligasi 6% dari Kingdom of Belgium External Sinking Fund sebesar $10.000 jatuh tempo 1 Januari 1955”. Faktanya ternyata harian New York Times (NYT) dalam artikel edisi 14 November 1938 di halaman 32 memberitakan bahwa JP Morgan Co. dan Guaranty Trust Company, administrator sinking fund, telah memberi tahu pemegang obligasi eksternal tiga puluh tahun 6% Kingdom of Belgium, yang jatuh tempo pada 1 Januari 1955, bahwa $1.475.300 dari obligasi ini telah ditarik untuk penebusan pada 1 Januari setara dengan uang dana pembayaran hutang. Apakah sebesar $10.000 dari total $1.475.300 seperti diberitakan NYT itu ikut ditarik oleh Petugas Perwalian dari Akta Kepercayaan yang ditandatangani pasangan Hemingway belum ditemukan jejak sejarah ini.

Satu lagi dokumen yang diperdagangkan ialah naskah tulisan tangan tahun 1936 yang semula untuk diterbitkan di majalah Esquire. Isinya menggambarkan kengerian perang, dengan tanda tangan orang ketiga pada teks Autograph Manuscript dalam teks: “Mr. Ernest Hemingway” memakai pensil. Dokumen ini hanya satu halaman, berdimensi 8½x11 inci. Tidak tahu di mana dibuat, pada 1936.

Dokumen satu ini sangat rapuh. Berkerut. Ujung-ujungnya tergores dan aus. Pemisahan horizontal 6¼-inci dengan margin lipatan kosong bawah. Kencang. Dienkapsulasi secara profesional untuk perlindungan.

Isinya dimulai dengan: “Tolong Tuan Ernest Hemingway oleh Paul Harris, The American Criterion, Desember 1935, tentang ‘surat-surat’ yang muncul setiap bulan di Esquire….”

Ernest Hemingway menjadi kontributor tetap untuk majalah Esquire. Dia menulis total 31 surat yang diterbitkan dalam majalah itu pada tahun 1930-an. Dalam edisi September 1935, dia menulis: “Catatan tentang Perang Berikutnya: Surat Topik yang Serius”. Ini mungkin draf kasar dari salah satu dari 31 surat. Hemingway telah membuat tanda “X”, mencoret seluruh huruf di situ. Sebagian terbaca: “Tuan Hemingway, Anda berada di garis depan. Anda melihat korban tewas? Saya berumur sepuluh tahun dan saya melihat orang, saya melihat sesuatu di dalam diri mereka mati dan mereka harus terus percaya bahwa mereka masih hidup dengan nyali besar mencuat dari diri mereka. Saya melihat orang-orang menjadi tua. Saya melihat yang tak terlihat, wajah yang merengut, mata angker… Seorang anak sensitif terhadap perubahan pada orang yang dia kenal (dia mengacu pada seorang bibi, sepupu, yang terjangkit perubahan akibat kehidupan di masa perang). Saya merasakan kematian diam-diam menyelimuti hati orang-orang; sesuatu datang ke… mata mereka… tangan mereka… terkepal ketakutan. Mereka hidup setengah hati, energi mereka terkuras oleh kekhawatiran.”

Hemingway merangkai empat “Surat Pertama kepada Tuan Harris tanggal 12 Desember 1935 (kolomnya menjelaskan), Surat Kedua 21 Desember 1935 (jangan biarkan surat ini dipublikasikan), Surat Ketiga tanggal 24 Desember 1935 (ditembuskan kepada Lawson dan episode bunuh diri), Surat Keempat tertanggal 18 Juni 1936 (mengacu pada rilis Richter? … Anda jauh lebih baik daripada hati nurani saya sendiri sehingga kadang-kadang saya bertanya-tanya apakah Anda pasti tidak merasa cukup senang dengan betapa baiknya Anda. (benar-benar untuk melindungi dengan nama Perkins) atau seharusnya demikian… satu edisi Esquire tentang pembunuhan orang-orang yang bersalah atas pelanggaran publik….”

Pada Mei 1918, Ernest Hemingway secara sukarela bertugas di Korps Ambulans Palang Merah dalam Perang Dunia I. Pada 8 Juli 1918, artileri Austria menghantam pria berusia 19 tahun tersebut. Luka-lukanya begitu parah sehingga dia harus dirawat di rumah sakit di Milan. Hemingway kemudian mengutuk kebiadaban perang, terbukti dalam manuskrip yang ditawarkan di sini dan di banyak karyanya. Setelah kembali ke AS, dia menjadi reporter untuk surat kabar Kanada dan Amerika lalu segera dikirim kembali ke Eropa untuk meliput berbagai peristiwa seperti Revolusi Yunani. Novelnya A Farewell to Arms (1929) adalah studi tentang kekecewaan petugas ambulans Amerika dalam perang dan perannya sebagai pembelot. Hemingway menggunakan pengalamannya sebagai reporter selama perang saudara di Spanyol sebagai latar belakang untuk novelnya yang paling ambisius, For Whom the Bell Tolls (1940). Dia adalah seorang koresponden perang di Cina (1941) dan Eropa (1944-1945). Hemingway dianugerahi Penghargaan Pulitzer 1953 dalam kategori Fiksi untuk The Old Man and the Sea dan Hadiah Nobel 1954 dalam Sastra.

*

Biasanya dia dipanggil Ernie di antara 12 nama panggilannya yang lain seperti Bumby, Champ, Ernestoic, Hem, Hemingstein, Hemmy, Oinbones, Papa, Tatie, Tiny, Wax Puppy, dan Wemedge. Dia hampir meninggal pada tahun 1954 setelah kecelakaan pesawat beruntun beberapa hari berturut-turut, menyisakan cedera yang membuatnya kesakitan dan kesehatan yang buruk selama sebagian besar sisa hidupnya. Lima tahun setelah itu dia membeli sebuah rumah di Idaho di mana pada medio 1961 dia tewas karena bunuh diri dengan senapan.

“Gunakan kalimat pendek. Gunakan paragraf pendek pertama. Gunakan bahasa Inggris yang kuat. Jadilah positif, bukan negatif,” katanya.

Ernest Hemingway dengan terkenal pernah mengatakan, tentang The Star Copy Style, “Itu adalah aturan terbaik yang pernah saya pelajari untuk urusan menulis. Saya tidak pernah melupakannya. Tidak ada orang dengan bakat apa pun, yang merasakan dan menulis dengan sungguh-sungguh tentang hal yang ingin dia katakan, dapat gagal menulis dengan baik jika dia mematuhi aturan ini.” Dibuat oleh jurnalis dan editor di koran Kansas City Star, gaya tulis tersebut berguna karena mengajarkan melalui contoh. “Jangan pisahkan infinitif,” satu paragraf terbaca. “Dia ingin lebih lama hidup, bukan hidup lebih lama.




====================
Arpan Rachman, pengarang cerpen dan esai. Alumni program English for Journalism dari Coursera-University of Pennsylvania. Menulis berita pada beberapa media di Kuala Lumpur, Bangkok, Hong Kong, Kashmir, Amsterdam, London, dan Berlin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here