Di Bibir Ladang Gambir

telah mekar bunga cabai yang ditanam burung-burung
putik-putik hijau akan segera memagut lembut kabut
pada luruhnya adalah sebatang sungai yang masih sama
yang masih membasuh kaki hutan, yang menunggu ikan-ikan
bertelur dan memijah lalu kembali hanyut menuju laut
yang akan turun dari awan sebagai titik embun pertama

membasuh setiap helai daun gambir
sebelum sulurnya melilit pinggang bukit
hingga mata pisau mencium harum getah
di tubuh mereka hidup selalu berkhianat pada takdir  
pada perhitungan dan musim yang sakit
pada merah tanah yang menumbuhkan resah

ah, gelisah tumpah juga di dadamu, ayah
tapi kau hentakkan kaki memilin sekarung gambir
getahnya mengalirkan pekat darah memerah
di hari-hari yang akan selalu bernama getir

getir paling pahit
getir paling sakit

bekasi, 2020






Di Pinggang Ladang Gambir

aku belum khatam membaca cuaca
aku belum tanak menafsir desir
kapan pangkal tanah memekarkan bunga-bunga?

Kita berladang di sarang mambang
suara-suara kadang menjadi tembang
hilang para peladang sebelum pulang
jejak mereka terkubur padang ilalang

kau mengoceh lagi, buyung
tak ada hantu tinggal di ladang
mantra-mantra ditebar sudah
selepas api menjadi puntung
hitam tanah adalah rumah peladang
dan segala tulah akan punah

membubung ke pucuk langit
menghujam ke palung batu

bekasi, 2020






Hutan Hitam

lagu-lagu terdengar dari jauh sekali
dari jejak pertama di persimpangan sungai
suara gadis tukang ratap dari suliki
mendendang ia mengurai cerita yang sansai

pohon mati dalam abu
api hidup dalam semak kelabu

pohon hitam, tandan buah masam
tumbuh duri yang liat yang rajam
yang kelam yang malam

lalu terdengar lagi lagu-lagu
pada daun pada embun

bekasi, 2020






Musim Bangan

musim bangan musim angan
jalan setapak sudah bersemak
datang kami membawa diri yang kanak
riang memanjat berpagut lenganke ujung dahan terlebat
ke tandan buah terberat

kami petik kami tarik tangkai-tangkai
kami peluk kami pagut dahan-dahan
akan datang angin baik dari selatan
tajuk bunga-bunga akan kembali disemai

karung-karung telah penuh
telah kucur semua peluh

ke dalam kuali ke dekap pasir
rengkah lalu pecah ia merekah
daging yang kelat yang kecut jadah
manis masa kecil menawar getir

bekasi, 2020






Bunga Pandan Hutan

bertahun-tahun belukar mengakar
menjalar liar ke pusar ubun-ubun
angin yang lalu, embun yang satu
berpagut dalam sesak pelepah pandan

asam lumut dari manis gerimis jantan
mengantar serbuk seharum rukuruku
atau mungkin tajam jantung pisang batu
menghujam dalam, memekar megar

bunga basah, mandi dalam lamun halimun
putih yang sendiri, diri yang perih

bekasi, 2020






Burung-burung Singgah di Ladang

pagi pucat pasi, burung-burung singgah di ladang
berciap berloncatan di dahan sialang
bunga gambir telah kembang pagi kemarin
tampuk sujud merengkuh tanah berair asin

kami dengar nyanyi burung-burung
kabut mengapung di tebing ngarai
ciat cicit mencuit berderai renyai
getah gambir penuh bersambung-sambung

kapal datang dari Jawa
bahagia datang sebentar saja

seperti burung-burung yang singgah
seperti tahun-tahun yang resah

bekasi, 2020








=================

Afri Meldam, lahir dan besar di Sumpur Kudus, Sumatra Barat. Menulis cerpen dan puisi. Buku kumpulan cerpennya, Hikayat Bujang Jilatang terbit pada 2015. Noveletnya yang berjudul “Di Palung Terdalam Surga” bisa dibaca di Pitu Loka (2019).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here