Hujan di Palagan
Hujan datang di tanah yang terluka
Menangis bersama debu yang tak pernah pergi
Setiap tetesnya adalah kisah yang terendam
Menghapus jejak darah yang mengering di tanah
Di medan perang hujan bukan hanya air
Ia membawa pesan yang tersembunyi dalam kesunyian
Menyirami hati yang terbelah
Mencari kedamaian di antara puing yang berserakan
Nontotera, 2024
Perang di siang hari
Di tengah sinar yang membakar, langkah terhenti
Perang datang bukan dalam kegelapan tapi di terang yang menyilaukan
Hari menyaksikan tapi tak bisa mencegah
Seperti matahari yang terhalang awan, menyaksikan tapi tak bisa turun tangan
Nontotera, 2025
Penyebab Perang
Di ujung napas kesabaran tergantung tipis
Seperti benang yang menunggu patah oleh angin
Amarah tumbuh di dasar jiwa tak tampak namun terasa
Menguap dalam hening menunggu waktu untuk meletuskan suara
Setiap kata yang ditahan seperti batu di dalam mulut
Kesabaran adalah pedang yang tajam menunggu waktu untuk mengiris
Dalam diam api membara membentuk dinding di antara hati
Manusia menahan letusan meski dunia tahu ada yang hampir pecah
Nontotera, 2025
Penembak Misterius
Di balik kabut malam dia mengintai
seperti bayang yang tak tampak namun terasa
Setiap peluru yang dilepaskan adalah bisikan rahasia
menembus waktu mencipta luka yang tak tampak
Namun, ketika wajahnya terungkap tak ada lagi misteri
hanya cermin pecah yang memantulkan kebingungannya
Apakah dia yang berburu atau justru yang diburu
dalam heningnya dunia yang tak pernah selesai bertanya
Nontotera, 2025
Tertangkapnya Penembak Misterius
Tertangkaplah dia penembak tanpa nama
di antara bayang-bayang malam yang tak bersuara
Peluru-peluru sunyi itu kini terhenti
Nontotera, 2025
2 Responses
Puisinya bagus sekali kaka
Keren.